Laman

Analisis Akuntansi Penjualan Barang Dagangan Pada Apotek Alika Farma Makassar



BAB  I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Akuntansi penjualan sangat berkaitan erat dengan piutang dagang, karena pada hakekatnya akuntansi merupakan penerapan teori namun informasi terhadap masalah operasi yang ekonomis dan efisien.Akuntansi juga membentuk sebagian besar informasi umum yang didapatkan secara kuantitatif.Dalam konteks ini, akuntansi menjadi bagian dari informasi umum dan satu kesatuan yang berperan, sekaligus menjadi bagian dari suatu bidang.
Penjualan barang dagangan juga dicatat dengan mendebetrekening kas atau piutang dagang dan mengkredit rekening pendapatan.Nama rekening pendapatan yang biasanya digunakan untuk mencatat traksaksi penjualan barang dagangan adalah penjualan.Penjualan barang dagangan dapat dilakukan secara kredit.
1
Transaksi akuntansi merupakan peristiwa ekonomi yang dapat diukur dengan nilai uang, mempengaruhi aktiva dan ekuitas penjualan dan akan tercermin dalam perkiraan dan laporan keuangan apotek. Oleh karena itu transaksi dan siklus akan beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi dalam apotek itu sendiri atau dengan pihak eksternal karena transaksi timbul dari internal maupun eksternal apotek.
Oleh karena itu kelancaran mekanisme operasi pada penjualan dan akuntansinya sangat tergantung pada kesepakatan waktu dan  tersedianya data. Semakin cepat kemampuan menyediakan data akan membuat data tersebut semakin aktual dan tinggi nilai kegunaannya sebagai suatu informasi. Data dikumpulkan dari suatu transaksi atau peristiwa yang  telah terjadi, namun tidak seluruhnya bersifat historis.  Dalam  banyak hal  data merupakan bukti  bahwa suatu kegiatan atau fungsi telah dilaksanakan tetapi juga sekaligus mengimformasikan kegiatan atau fungsi berikutnya sudah dimulai.
Karena dalam menentukan lapangan penelitian, peneliti perlu mempertimbangkan keterbatasan waktu, biaya dan tenaga serta kemudahan memperoleh perizinan untuk melakukan penelitian di lapangan. Dipilihnya apotek alika farma makassar karena lokasi yang dekat dengan tempat tinggal penelitian serta penelitian sedang dalam masa bekerja di apotek tersebut agar mudah mendapat izin meluangkan waktu guna melakukan proses penelitian. Apotek sebagai tempat dilaksanakannya pekerjaan kefarmasian mempunyai peran penting sebagai tempat untuk memperoleh informasi tentang obat kepada para pelanggannya. Terutama masyarakat awam menganggap petugas apotek, apoteker atau asisten apoteker adalah orang yang paling mengetahui tentang segala hal yang menyangkut obat.
Apotek alika farmamakassar merupakan salah satu usaha yang bergerak dalam bidang penjualan dengan beberapa bidang usaha digeluti yang dituntut untuk dapat menggunakan manajemen yang baik dan diharapkan untuk dapat menyajikan keuangan yang akurat.
Usaha apotek alika marmamakassar yang bergerak dalam bidang penjualan, dengan terjadinya transaksi yang jumlah kecil hingga yang besar dengan mengutamakan layanan bagi para langganan.
Untuk meningkatkan volume penjualan pada apotek alika farmamakassar mengeluarkan juga kebijaksanaan dengan menjual secara langsung kepada langganan.Dengan dasar inilah dapat menjadi perhatian dan perlu melihat betapa pentingnya sistem dan prosedur penjualan sebagai panduan dalam mencatat transaksi yang sekaligus target harta kekayaan perusahaan. Justru, hal inilah yang akan dibahas penulis untuk memberikan saran-saran yang mengarah kepada penerapan konsep pelayanan yang cepat, pengamanan harta apotek dan pelaksanaan operasional yang murah, sehingga penulis tertarik mengadakan penelitian dengan judul "Analisis  Akuntansi Penjualan Barang Dagangan Pada Apotek Alika Farma Makassar".
B.    Rumusan Masalah
      Sesuai dengan latar  belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka masalah pokok yang dihadapi apotek alika farma makassar, adalah :      
      "Bagaimana penerapanakuntansi penjualan pada apotek alika farma makassar".
C.    Tujuan
          Tujuan  penelitian ini sebagai Untuk mengetahui penerapan akuntansi  penjualan pada apotek alika farma makassar.
D.   Kegunaan penilitian
Kegunaan penelitian sebagai berikut :
1.    Untuk memberikan bahan masukan  kepada pihak apotek alika farama makassar khususnya dalam halakuntansi penjualan.
2.    Sebagai bahan referensi bagi calon peneliti berikutnya.
                     
 BAB  II
                                                 TINJAUAN PUSTAKA
A.     Pengertian Penjualan
Pengertian penjualan berarti bahwa menyerehkan barang atau jasa aktivitas lainnya dalam sutau periode dengan membebankan suatu jumlah tertentu pada langgan/konsumen pembeli/penerima barang atau jasa.Konsep penjualan yang telah dikemukakan di atas, maka untuk pembahasan selanjutnya akan menguraikan pengertian ramalan  penjualan.  Ramalan   penjualan   dapat   diartikan   sebagai (forchasting).
Untuk lebih jelasnya Soehardi Sigit, (200:186)   memberikan batasan ralaman penjualan, menyatakan bahwa ramalan penjualan (forchasting) kegiatan yang dilaksanakan dapat meramalkan pada masa yang akan datang dari segala aktivitas yang dilaksanakan pada apotek.
Penjualan yang tepat bagi apotek, akan sangat bermanfaat bagi setiap tahap perencanaan bisnis. Dalam kaitannya seperti ini, maka manajer pemasaran harus senantiasa memiliki data yang digunakan untuk melaksanakan peramalan penjualan. Maksud dari ramalan tersebut antara lain adalah untuk menentukan kuota, sebagai pedoman dasar dalam  pengembangan produk, merencanakan kegiatan promosi, serta untuk kepentingan pengalokasian tenaga kerja.Pada dasarnya penjualan dapat dibuat untuk beberapa jangka waktu yang biasanya meliputi lima tahunan. Namun demikian, adapula diantara penjualan yang membuat ramalan dalam jangka waktu kuartalan.mengenai ketepatan ramalan yang dilakukan, antara lain banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain metode ramalan yang digunakan,  serta kapasitas dari personalia yang melakukan kegiatan peramalan.
Mengenai metode peramalan yang digunakan, diantaranya bermacam-macam terdapat ahli memasukkan aspek teknisnya.Diantara metode peramalan penjualan yang dominan digunakan, Basu Swasta dan Irawan, (2002:166), sebagai berikut :
1.    Pendapat manajer
2.    Pendapat salesman
3.    Survei niat pembeli
4.    Model matematika
5.    Analisa time series
6.    Metode regresi.
B.    Pengertian Akuntansi
Dalam pembahasan akuntansi perlu kiranya penjelasan yang dikemukakan definisi sehingga lebih jelas tujuan dan arahan-arahan oleh para ahli ekonomi.
Jay M Smith dan K. Fred Skouses (2003:3) memeberikan rumusan sebagai berikut, akuntansi adalah aktivitas jasa fungsinya yang menyediakan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan tentang suatu usaha (entitas) yang dipandang  akan  bermanfaat  dalam   pengambilan   keputusan ekonomi dalam menetapkan pilihan yang mana tepat diantara berbagai alternatif tindakan.
 R. Soemarso (2002:13) mengemukakan akuntansi adalah suatu seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi-transaksi perusahaan serta penginterprestasikan akibat suatu kejadian dan aktivitas-aktivitas dari satu kesatuan ekonomi.
Kedua definis tersebut, pada dasarnya dapat memberikan gambaran akuntansi sebagai suatu bentuk sistem informasi mengenai data keuangan pada suatu unit tertentu,  untuk alat manajemen  organisasi  itu  sendiri ataupun pihak yang memerlukan agar mengambil alternatif tindakan sesuai kepentingan masing-masing golongan yang memerlukannya.
Akuntansi dilaksanakan baik dalam apotek bertujuan mencari laba maupun dalam organisasi-organisasi utama adalah karena mencari laba. Namun demikian alasan utama karena semakin rumitnya variabel-variabel yang dihadapi oleh manajer walaupun di dalam apotek kecil sekalipun. Keadaan ini mengakibatkan para manajer apotek yang semakin bergantung para proses akuntansi di mana transaksi-transaksi apotek diubah menjadi data statistik dan diringkas serta dilaporkan dalam bentuk laporan keuangan. Dengan demikian akuntansi merupakan sistem informasi yang sangat diperlukan oleh apotek.
Pihak-pihak diluar pengelola apotek juga membutuhkan data keuangan, sebagai contoh pemegang saham untuk membutuhkan informasi keuangan, untuk menilai prestasi kerja manajeman dan menilai penyertaannya dalam apotek atau calon investor memerlukan data keuangan untuk membandingkan berbagai kemungkinan penanaman modal.
Dengan demikian, untuk menunjang pembahasan dalam pengertian akuntansi menurut Yusuf, (2002:5), menyatakan bahwa akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data keuangan dari organisasi pada periode tertentu.
Sedangkan menurut Munawir, S, (200:5), menyatakan bahwa akuntansi adalah seni dari pencatatan, penggolongan dan peringkasan dari pada peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian sebagian bersifat keuangan dengan menunjukkan atau dinyatakan dalam uang serta penafsiran hasil perusahaan.
Selanjutnya, Edris Muhammad, (2000:112) memberikan pengertian, yaitu suatu proses pencatatan, pengklasifikasian dari pada peristiwa-peristiwa ekonomi secara logis untuk memberikan informasi keuangan, dan untuk pengambilan keputusan manajemen perusahaan.
Berdasarkan pengertian tersebut di atas, dapatlah dikatakan bahwa akuntansi meliputi cara pengumpulan dan pengolahan data keuangan penting untuk kemudian disampaikan dalam bentuk laporan keuangan atau ikhtisar yang dapat dipakai untuk pengambilan keputusan yang bersifat ekonomi.
Dari fungsi akuntansi yang terdapat dalam pengertian tersebut sangatlah berguna bagi usaha dan juga bagi   masyarakat secara keseluruhan.Informasi ekonomi yang ditujukan kepada pihak di luar usaha ditekankan kepada penggunaannya untuk keputusan investasi dan kredit oleh para penyedia sumber daya sementara informasi ekonomi manajemen dikaitkan dengan perencanaan, masalah-masalah organisasi, fungsi pengendalian dan sistem operasinya.Secara umum informasi ekonomi tadi digunakan manajemen dan penyusunan rencana untuk suatu tujuan ekonomis yang layak dan dalam pengambilan keputusan yang rasional untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Dengan demikian, maka setiap unit usaha menyediakan jenis-jenis informasi yang bersifat kuantitatif tertentu yang dapat digunakan oleh pihak yang bersangkutan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan tentang kegiatan operasional usaha. Karena keputusan yang telah diambil itu pada dasarnya bersifat ekonomis, fungsi akuntansi yang bersifat peringkasan, pencatatan, pengelompokan, penafsiran dan ikhtisar dalam bentuk laporan keuangan akan sangat tergantung pada cara penggolongan transaksi-transaksi yang sejenis pada suatu kelompok tertentu dalam laporan keuangan itu.                                                                                                               
Sehingga pengertian akuntansi yang telah dikemukakan tersebut pada hakekatnya bahwa akuntansi sendiri bukanlah merupakan suatu tujuan utama tetapi hanya sebagai alat untuk berkomunikasi tentang data keuangan suatu perusahaan atau suatu unit kegiatan ekonomi kepada mereka lakukan yang berkepentingan.
Pada umumnya pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi dari suatu perusahaan dapat dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu :
1.    Kelompok pemakai intern
Kelompok pemakai intern adalah kelompok pemakai yang secara langsung berhubungan dengan aktivitas usaha sehari-hari, mereka itu adalah pimpinan disemua tingkatan Kepentingan pimpinan atau manajer atas informasi akuntansi terutama untuk dipahami sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dalam perencanaan, disamping itu alat untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan diserahkan kepadanya.
2.    Kelompok pemakai ekstern
Kelompok pemakai ekstern adalah kelompok pemakai yang tidak berhubungan secara langsung dengan aktivitas usaha. Aktivitas yang termasuk dalam kelompok  ini adalah  pemilik dan calon pemilik, kreditur dan calon kreditur, pemerintah, serikat buruh serta  masyarakat pada umumnya.
Jadi untuk dapat memenuhi keperluan dari berbagai pihak dengan kepentingan yang berbeda-beda maka akuntansi harus mampu  menciptakan informasi yang wajar dan tidak melihat kepentingan dari masing-masing pemakai tersebut, tetapi informasi yang disajikan harus dapat dipahami oleh pihak-pihak yang memerlukan untuk mengambil keputusan. Hal mana tergantung pada ketelitian informasi yang disajikan dan kemampuan para pemakai laporan di dalam menginterpresta­sikan informasi.                                                           
Soemarso (2005:5) bahwa akuntansi adalah proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi.
Penilaian definisi dapat diketahui bahwa akuntansi merupakan  proses yang terdiri dari identifikasi, pengukuran dan pelaporan  informasi ekonomi dan akan menghasilkan informasi ekonomi yang diharapkan berguna dalam penilaian dan pengambilan keputusan dalam perusahaan dan informasi akuntansi akan berguna bagi pihak-pihak diluar perusahaan.       
Untuk menghasilkan informasi ekonomik, apotek perlu menciptakan suatu metode pencatatan, penggolongan, analisa dan pengendalian transaksi serta kegiatan-kegiatan keuangan, melaporkan hasilnya. Kegiatan-kegiatan ini perlu dirangkaikan dalam suatu sistem informasi akuntansi.
Akuntansi merupakan bahasa bisnis pada setiap apotek baik papotek berskala besar maupun kecil menerapkannya sebagai alat komunikasi.Tujuan akhir dari kegiatan akuntansi adalah penerbitan laporan keuangan laporan-laporan merupakan suatu informasi akuntansi.
Berikut ini beberapa ahli berpendapat menurut Zaki Baridwan (2004:4) yaitu pendapat dari Robert, menyatakan bahwa sistem informasi akuntansi adalah kumpulan kegiatan-kegiatan dari organisasi yang bertanggung jawab untuk  menyediakan informasi keuangan dan informasi yang didapatkan dari transaksi data untuk tujuan pelaporan internal kepada manajer untuk digunakan dalam pengendalian dan perencanaan sekarang dan operasi masa depan serta pelaporan eksternal kepada pemegang saham pemerintah dan pihak-pihak luar lainnya.  
Untuk memproses data dengan komputer, langkah-langkah yang sangat tergantung pada pencatatan data pertama. Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi dalam pencatatan data (datacapture) menurut Zaki Baridwan (2004:55) yaitu :
1.   Data dicatat sama seperti dalam sistem manual yaitu digunakan bukti-bukti transaksi yang kemudian harus diubah agar sesuai dengan mesin komputer.
2.   Data dicatat dengan cara yang dapat dibaca oleh mesin atau memasukkan data ke dalam komputer dengan menggunakan terminal.   
C.   Akuntansi Perusahaan Dagang
Dalam  catatan maupun prosedur akuntansi perusahaan dagang tidak berbeda dengan perusahaan jasa. Sesuai dengan konsep penanding (matching principle) laba bersih (Rugi) suatu perusahaan dagang dihitung dengan cara mengurangkan biaya untuk memperoleh pendapan dari hasil penjualan pada periode yang bersangkutan. Biaya-biaya tersebut meliputi harga pokok (cost) barang yang terjual dan biaya-biaya operasi yang terjadi selama periode yang bersangkutan. Harga pokok barang yang laku dijual disebut dengan harga pokok penjualan.
Perbedaan kegiatan perusahaan jasa dan perusahaan dagangan adalah perusahaan pertama menjual jasa sedangkan perusahaan yang kedua menjual barang dagangan. Karena adanya barang secara fisik yang dibeli dan dijual, biasanya perusahaan dagang mempunyai gudang untuk menyimpan barang  dagangan. Yang disebut dengan persediaan barang dagangan. Apotek membeli barang dagangan dari pemasok dan menjualnya kembali kepada pelanggan.
Penjualan tunai biasanya dicatat pada Registrasi Kas dan pada akhir hari kerja dijumlah. Penjualan kepada pelanggan yang membayar dengan kartu kredit bank misalkan (Master Card,Visa Card) biasanya dianggap sebagai penjualan tunai. Kartu kredit yang diterima oleh sipenjual disetor ke bank bersama dengan diterima uang kontan dan cek diterima dari pelanggan dari berkala bank membebankan ongkos jasa pengurusan penjualan dengan kartu kredit tersebut.Ongkos jasa ini didebet keperkiraan beban.
Sutau perusahaan sering juga menjual barang dagangan secara kredit yaitu bilamana pembayaran baru diterima beberapa waktu kemudian.Maka rekening penjualan hanya digunakan untuk mencatat penjualan barang dagangan. Apabila sebuah perusahaan menjual peralatan kantor (bukan barang dagangan) maka yang dikredit adalah rekening peralatan kantor,bukan rekening penjualan.
Barang dagangan yang telah terjual mungkin saja dikembalikan oleh pelanggan (retur penjualan) atau karena barangnya cacat atau karena alas an lain sehingga pembeli tidak puas. Kepada pelanggan diberikan potongan dari harga semu barang yang dijual tersebut (potongan penjualan).Bila retur penjualan atau potongan penjualan menyangkut penjualan kredit, biasanya penjual menyampaikan nota kredit (Credit Memorandum) kepada pelanggan.
Nota kredit itu menunjukkan jumlah yang dikreditkan pada pelanggan serta alasan pengkreditan tersebut.Retur penjualan pada hakikatnya merupakan pembatalan atas penjualan yang telah dilakukan perusahaan (baik sebagian ataupun seluruhnya).Pengaruh retur ataupun potongan penjualan adalah bekurangnya pendapatan penjualan dan berkurangnya kas atau piutang dagang.
D. Pengertian Revenue dan Income
1.       Pengertian Revenue
          Konsep mengenai revenue belum didefinisikan secara jelas dalam literatur akuntansi.Artinya tidak terdapat keseragaman pengertian antara definisi yang satu dengan definisi yang lainnya.
Pada akhirnya kita ikuti penjelasan yang dibuktikan oleh ikatan Akuntan Indonesia (1999:30), menyatakan bahwa pendapatan dihasilkan dengan penjualan barang atau jasa dan jumlahnya diukur dengan pembebanan yang dilakukan terhadap atas pembeli, klien atau penyewa untuk barang-barang atau jasa-jasa yang diserahkan kepada mereka.Dalam pendapatan jasa termasuk hasil penjualan atau penukaran aktiva diluar barang-barang dagangan, bunga dan deviden atau pembagian laba untuk penanaman-penanaman dan penambahan-penambahan lain pada kekayaan pemilik dalam usaha yang bersangkutan.
Penambahan dan penyesuaian modal. Pendapatan dari penjualan-penjualan atau transaksi-transaksi lainnya dalam rangka kegiatan yang merupakan tujuan dari usaha yang bersangkutan disebut dengan istilah pendapatan operasi.
   Definisi dan penjelasan di atas, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
a.    Pendapatan  dapat terjadi  setiap  saat, dan  dapat  pula terjadi dalam waktu-waktu tertentu atau secara berkala.
b.    Pendapatan diperoleh melalui penjualan barang-barang dagangan atas jasa yang diserahkan kepada pembeli dan dapat pula diperoleh karena pertukaran aktiva, sebagai hasil dari penanaman-penanaman atau investasi seperti bunga, deviden dan lain-lain.
c.    Pendapatan dalam penambahannya kepada pembeli atau langganan, harus diukur dengan bantuan mata uang tertentu
d.    Pendapatan mempunyai sifat menaikkan atau menambah nilai kekayaan pemilik apotek, namun perlu diketahui bahwa tidak semuanya menaikkan atau menambah nilai kekayaan pemilik itu, dapat dikatagorikan sebagai pendapatan, seperti halnya dengan penilaian kembali aktiva tetap yang mengakibatkan naiknya atau meningkatnya nilai kekayaan pemilik dengan jalan menimbulkan perkiraan baru yaitu perkiraan penyesuaian modal.

2.    Pengertian Income
Banyak orang mencampur adukkan pengertian antara pendapatan (revenue) dengan income, yang sebenarnya dalam akuntansi kedua istilah tersebut mempunyai pengertian yang berbeda.Antara ahli ekonomi dan akuntansi timbul suatu berbedaan pandangan dalam memberikan batasan pengertian Income.
Perbedaan pandangan antara kedua ahli ekonomi dalam memberikan batasan pengertian income, dapat kita ikuti penjelasan Hadibroto, (2003:85), menyatakan bahwa dalam lapangan mikro ekonomi pengertian pendapatan dalam ilmu akuntansi umumnya berlainan dengan pengertian ekonomi, hal mana yang telah menimbulkan kesulitan-kesulitan pemakaian keterangan akuntansi untuk penyelidikan ekonomi. Biasanya kesulitan ini adalah akibat beda konsepsi antara kedua disiplin apabila ekonomi dapat merumuskan konsepsinya secara kualitatif, misalnya pendapatan seseorang ialah apa yang dapat dipakai konsumsi dengan tidak mengurangi kemakmuran  semula, maka ilmu akuntansi terpaksa menunjukkan konsepsi pendapatan yang berdasarkan ukuran besarnya (kuantitatif). Justru soal ukuran (measurement)inilah yag menimbulkan kesulitan penyesuaian konsep-konsep.
Dalam akuntansi pengertian income berbeda dengan pendapatan (revenue), tetapi dalam ilmu ekonomi kadang-kadang income diartikan pendapatan.Income lebih menitik beratkan pada arti pendapatan bersih (net income), atau pendapatan yang telah dikurangi dengan biaya dan beban untuk memperolehnya.
Pada dasarnya income dapat berasal dari kelebihan revenue atas expired cost untuk mencapai revenue tadi, serta keuntungan lain yang tidak berasal dari kegiatan penjualan yang utama.
Untuk memperoleh income harus ada suatu proses yang tertentu disebut proses pembanding atau matching yang di dalam akuntansi justru merupakan suatu prinsip yang harus ditaati di dalam penetapan dan penentuanincome. Di dalam literatur akuntansi prinsip ini dikenal dengan istilah matching principle, dapat juga disebut sebagai suatu konsep, yaitu konsep pendapatan dan biaya (matching cost and revenue koncept).
E.   Pentingnya Penjualan
Ada tiga alasan utama yang mendasari pentingnya mempelajari penjualan, yaitu:
1.    Strategi Penjualan
Usaha apapun yang dimiliki harus bersaing dengan yang lainnya untuk mendapatkan pesanan dari pada pelanggan. Maka dari itu penetapan strategi dengan dasar pemahamannya akan diproses pembelian pelanggan. Apotek dapat menggunakan satu atau lebih dari lima pendekatan hubungan penjual dengan pelanggan (Kotler danArmstrong,1992) sebagai berikut:
a.  Wiraniaga dengan pembeli (Wiraniaga bercakap-cakap dengan calon atau pelanggan secara pribadi melalui telepon).
b.  Weraniaga dengan kelompok pembeli (Weraniaga mengadakan penyajian penjualan dihadapan sekolompok pembeli).
c.  Tim penjual dengan kelompok pembeli (Tim penjual seperti seorang pegawai perusahaan, seorang wiraniaga, dan seorang rekayasawan, mengadakan penyajian penjualan di hadapan sekolompok pembeli).
d.  Penjualan melalui konferensi (Wiraniaga membawa narasumber yang berasal dari perusahaan datang bertemu dengan satu orang pembeli atau lebih untuk membahas bersama berbagai masalah dan peluang).
2.    Struktur Penjualan
Struktur penjualan dapat berbagai menjadi beberapa kelompok (Kolter dan Armstrong,1992) meliputi:
a.    Struktur penjualan menurut wilayah
Pada organisasi penmjualan yang paling sederhana, setiap wiraniaga ditugaskan semata-mata beroperasi hanya pada satu wilayah didalam mkana ia mewakili perusahaan secara penuh. Struktur ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:
1)    Tanggun jawab para penjual ditetapkan dengan jelas, karena hanya satu-satunya orang yang beroperasi di wilayah itu adalah yang mendapat pujian atau menaggun malu atas prestasi penjualan yang terjadi dalam wilayah operasinya.
2)    Tanggun jawab wilayah dapat meningkatakan dorongan bagi wiraniaga untuk menanamkan ikatan bisnis setempat dan menumbuhkan ikatan pribadi. Ikatan seperti ini memberikan sumbangan yang besar terhadap keefektifan penjualan dam kehidupan pribadi wiraniaga yang bersangkutan.
3)    Biaya penjualan relatif kecil, karena setiap wiraniaga melakukan penjualan dan beranjangsana di dalam satu wilayah geografis kecil.
b.      Struktur penjualan menurut produk
     Para penjual harus tahu produk-produk mereka, terutama kalau produk itu sangatbanyak ragamnya, sama sekali tidak berhubungan dan kompleks. Perlunya mengetahuan tersebut dibarengi dengan kecenderungan kearah manajemen produk, telah mendorong banyak perusahaan untuk menetapkan struktur penjualan menurut produk.
1.    Struktur penjualan menurut pelanggan
            Seringkali perusahaan menggunakan struktur penjualan menurut pelanggan. Dalam hal ini mereka menetapkan organisasi penjualannya menurut pelanggan atau menurut lini industri.
2.    Struktur penjualan yang kompleks
          Kalau apotek menjual beraneka ragam produk kapada bermacam-macam pelanggan dalam sebuah wilayah yang luas, seringkali apotek itu menggabungkan beberapa jenis struktur armada penjual. Para wiraniaga mungkin dispesialisasikan menurut wilayah,produk,pelanggan,produk pelanggan atau dapat juga yang lebih kompleks lagi yaitu menurut wilayah-pelanggan-produk.
c.    Prosedur Penjualan
Prosedur penjualan barang yang tetapkan oleh perusahaan harus dilalui oleh seorang pembeli menurut Mulyadi (2002:213) adalah sebagai berikut :
1)        Fungsi  penjualan yang  bertanggung jawab untuk  menerima surat order dari pembeli, mengelola order dari pelunasan untuk menambahkan informasi yang belum ada pada surat order. Meminta otorisasi kredit membutuhkan, tanggal pengiriman dan dari gedung mana barang akan diterima dan mengisi surat order pengiriman.
2)        Fungsi kredit, berada dibawah fungsi keuangan yang dalam transaksi  penjualan  kredit bertanggung jawab untuk meneliti kasus kredit pelanggan dan memberikan otorisasi pemberian kredit kepada pelanggan.
3)        Fungsi gudang bertanggung jawab untuk menyimpang barang dan menyiapkan barang yang dipesan oleh pelanggan serta menyerahkan barang ke fungsi pengiriman.
4)        Fungsi pengiriman bertanggung jawab untuk menyerahkan barang atas dasar surat order pengiriman yang diterimanya dari fungsi penjualan.
5)        Fungsi penagihan, bertanggung jawab untuk membuat dan mengirimkan faktur penjualan kepada pelanggan serta menyediakan copy faktur bagi kepentingan pencatatan transaksi penjualan oleh fungsi akuntansi.
Fungsi akuntansi bertanggung jawab untuk mencintai piutang yang timbul dari transaksi penjualan kredit dan membuat serta mengirimkan penyertaan piutang kepada kredit serta membuat laporan penjualan.Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk mencatat harga pokok persediaan yang dijual ke dalam kartu persediaan.

F.    Pencatatan Akuntansi Penjualan
Bagi perusahaan perdagangan R.Soemita Adikusumah (2001:177) mengemukakan bahwa penjualan merupakan kegiatan utama, oleh karena itu, system akuntansi penjualan untuk transaksi-transaksi penjualan ditetapkan sedemikian rupa sehingga dapat terperinci, sebagai berikut:
  1. Semua  penjualan, baik kontan maupun kredit harus  dibukukan dengan tepat dan teliti.
  2. Semua pengeluaran barang-barang dan gudang, baik yang dijual maupun untuk keperluan lain harus diperiksa sedemikian rupa sehingga kemungkinan pencurian dapat dikurangi sampai semimimun mungkin.
  3. Penerimaan piutang dari pada langganan perkas, pembebanan piutang  kepada  para  langganan  dan  pengkreditan hasil penjualan dibukukan dengan tepat.
  4. Retur penjualan harus benar-benar disetujui dan harus dicegah adanya pencurian, kecurangan dan kesalahan.
  5. Penanganan penjualan dan penerimaan uang kas harus di   pisahkan sedemikian rupa, sehingga dapat diperoleh suatu sistem pengecekan intern yang tepat.
  6. Pengendalian yang sesuai harus dilakukan terhadap penjualan  dengan kredit, sehingga ketelitiannya teratur dapat di cek dengan membuka perkiraan pengendalian piutang-piutang dagang.
       Untuk mencapai adanya di atas maka perlu organisasi yang baik di dalam penjualan barang agar terdapat pengendali an intern yang baik dalam penjualan sebaiknya diadakan pemisahan fungsi antara lain :
1.    Bagian pesanan
Pelaksanaan penjualan bagi perusahaan kecil dipegang oleh satu orang saja, sedangkan bagi perusahaan besar dipegang oleh satu bagian penjualan yang melibatkan beberapa personal fungsi dari bagian adalah :
a.    Mengawasi semua pesanan yang diterima
b.    Memeriksa  surat  pesanan yang diterima dari langganan dan melengkapi yang masih kurang.Jika  penjualan  kredit,  harus  diminta   persetujuan  dari   bagian kredit.
c.    Menentukan tanggal pengiriman, membuat surat perintah pengiriman serta tembusan-tembusannya.
d.    Membuat  catatan pesanan yang dikirim dan pesanan yang  sudah                                                      diperhitungkan.
e.    Melakukan hubungan dengan pembelian, apakah barang yang diterima sudah cocok dengan pesanan masih ada yang perlu dikemukakan.
2.    Bagian kredit
Penjualan secara kredit berarti melibatkan bagian kredit di mana setiap pengiriman barang yang dijual dengan kredit harus mendapat persetujuan dari bagian kredit membuat  catatan  atau  kartu  piutang  setiap  langganan  tentang identitas pembeli, jumlah kredit dan jangka waktu pembayaran. Faktur penjualan yang dibuat oleh bagian pesanan dan surat perintah pengiriman atau dikirim ke bagian kredit untuk mendapat persetujuan atau penolakan dan surat perintah pengiriman. Jika ada persetujuan maka faktur penjualan dan surat perintah pengiriman diberikan kepada bagian pengiriman, kemudian barang tersebut di kirim kepada yang bersangkutan.       
3.    Pembuatan faktur
Bagian pembuatan faktur bertugas sebagai berikut :
a.    Membuat faktur penjualan dan tembusan-tembusan dan biasanya dilengkapi dengan data jenis barang, jumlah barang dan harganya.
b.    Mencantumkan data biaya pengiriman dan pihak pertam  bahan nilai yang dibebankan kepada pembeli.
c.    Sebelum faktur-faktur itu dikirim dan pajak pada bagian-bagian memerlukan  terlebih  dahulu  diperiksa, tentang kebenaran tulisan dan perhitungannya dalam faktur.           
Kemudian untuk mengadakan pemisahan wewenang tersebut di atas tergantung dan besarnya perusahaan dan jumlah pegawai yang ada. Apabila organisasi sudah memisahkan fungsi fungsi yang perlu ditetapkan adanya wewenang bahwa iniatif untuk menjadi barang datangnya dari satu inisiatif yang ditentukan semula misalnya bagian pesanan atau bagian-bagian lain yang memerlukan. Selain itu dimaksudkan pula agar semua pengeluaran-pengeluaran barang dari gudang baik melalui penjualan maupun untuk keperluan lainnya mendapat pengawasan sedemikian rupa, sehingga kemungkinan terjadinya kecurangan penyalagunaan dapat dihindarkan atau dikurangi sedapat mungkin.                                                                                                             
Pelaksanaan fungsi penjualan pada umumnya dilaksanakan oleh bagian penjualan dan organisasi administ rasi penjualan serta dipengaruhi oleh sistem penjualan yang dilakukan misalnya sistem penjualan kredit, tunai dan  sebagainya.
      Selanjutnya cara-cara yang biasa dipakai di dalam sistem penjualan, sebagai berikut :
1.    Pemisahan antara
a.    Yang mencatat penjualan
Pencatatan pertama-tama dilakukan oleh petugas bagian penjualan yang membuat faktur penjualan Faktur ini sedikitnyas dibuat rangkap 4 (empat) yang pertama (asli) untuk pembelian, lembar ke 2 dikirim ke bagian penyerahan barang, lembar ke 3 dikirim ke pemegang buku  tambahan  piutang  dan lembar ke 4 ditahan untuk arsip.
Jika pembeli akan mengambil sendiri barang yang dibeli nya, maka faktur dibawa ke kasir dan jumlah uang yang tertera di situ dibayar. Kasir akan menghitung uang memutar register kas, mencap faktur mengembalikannya pada pembeli jika ditambah kwitansi. Faktur yang telah dicap oleh si pembeli dibawa ke bagian penyerahan barang dan dikeluarkan dengan barang yang telah di serahkan lembaran kedua.
Kalau pembeli tidak mengambil sendiri barang yang dibeli, maka  sesudah ia  membayar kepada kasir diberi kwitansi  pembeli  akan  mendapat  surat  perintah pengeluaran atau delivery order. Satu tembusan DO dikirim kepada seksi gudang dan menerima barang-barang yang dinyatakan dalam DO tersebut.
b.    Yang menyerahkan barang
Bagian ini bertanggungjawab terhadap kehancuran distri busi barang kepada langganan sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh bagian penjualan.Penyeraahan barang sering terjadi secara langsung dari gudang dengan memakai DO dan biasa juga secara tidak langsung yaitu dengan pengiriman barang ke rumah langganan dimana karena adanya penyerahan barang secara tunai dan penyerahan barang secara kredit.
c.    Yang menerima uang
Barang  ini  berada  di bawah  koordinasi  bagian  dan bertugas sebagai berikut :                                                            
a.     Mencatat  semua  penerimaan  uang, baik tunai, cek, maupun bilyet giro dalam suatu daftar.
b.Daftar penerimaan diserahkan kepada pemegang buku harian dan pemegang buku tambahan piutang.
c.     Uang tunai, cek dan giro yang diterima diserahkan kepada kasir dan disetor ke bank seluruhnya,selambat  lambatnya ke esokan harinya.
d.Harus ada pemisahan antara kasir dan petugas yang memegang buku tambahan piutang dan hutang.                                                 
2.    Penjualan secara kredit   
Pada penjualan kredit ini maka setiap kali nilai kredit, pembeli harus dinilai.Buku piutang harus setiap bulan dibandingkan dengan perkiraan piutang di buku besar.
     Pengawasan intern atas piutang meliputi :
a.    Pembagian tugas antara lain :
1)    Penerimaan pesanan 
2)    Petugas yang harus menyetujui penjualan kredit
3)    Petugas yang harus mengirim barang
4)    Petugas yang mencatat buku tambahan piutang
5)    Petugas yang menerima uang.
b.    Pembayaran mengenai faktur-faktur yang tertentu.
c.    Setiap bulan secara periodik dikirim daftar saldo pada para piutang.                                                         
G.   Penelitian terdahulu
      Adapun beberapa referensi dari peneliti sebelumnya yaitu sebagai berikut:
1. Dari hasil penelitian Ade irmayani dengan judul “Analisis Akuntansi Penjualan Barang Dagangan Pada CV. Kawal Pantai Bintan”.Adapun hasil penelitian terdahulu yaitu: Menunjukkan bahwa akuntansi penjualan pada CV. Kawal Pantai Bintang belum sesui dengan PSAK Nomor 14 (Revisi 2012), seperti tidak adanya biaya persediaan, biaya lain-lain dan buiaya konversi pada pengukuran persediaan, biaya standar pada teknik pembukuan biayanya, tiadak ada pemulihan kembali pada pengakuan sebagai beban dan tidak adanya penurunan nilai, pemulihan dari setiap terjadinya penurunan nialai, dan peristiwa terjadinya pemulihan nilai pada pengungkapan dan laporan keuangannya, adapun sesuai dengan PSAK Nomor 14 (Revisi 2012) yaitu, biaya pembelian, biaya persediaan pemberi jasa pada pengukuran persediaan, metide eceran pada teknik pengukuran biaya, menggunakan metode penilaian FIFO pada rumor biaya, dan jika persediaan barang dijual harus diakui sebagai beban pada periode pendapatan, seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian pada pengakuan sebagai beban.
2.  Dari hasil penelitian Cintra Ariani Yasnita dengan judul “Analisis Akuntansi Penjualan Barang Dagangan Pada PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia”.Maka penerapan hasil penelitian ini yaitu: Bertujuan untuk menganalisis akuntansi penjualan dan prosedur penjualan pada PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia untuk momperoleh data sesuai teknik pengumpulan data. Jenis data yang digunkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah metode wawancara, observasi dan dokumentasi yang kemudian diolah dan disimpulkan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini tentang sistem informasi akuntansi dengan menggunakan Enterprise Distribuiton System (EDS) yang diharapkan mampu memberikan informasi akuntansi penjualan pada PT. Sampoeran Telekomunikasi Indonesia. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah informasi akuntansi penjualan harus dapat ditingkatkan agar menjadi sistem yang lebih baik lagi.


H.   Kerangka Pikir
           Perusahaan Penjualan sebagai distributor, yang dikelola dengan tenaga kerja yang berpengalaman didukung oleh sarana prasarana kerja yang berlokasi di Jalan Alauddin Makassar sebagai obyek penelitian.
           Apotek alika farma makassar dalam pengelolaannya dengan menggunakan penjualan wilayah makassar dengan mempunyai agen penjualan atau adakalanya berhubungan secara langsung dengan konsumen.
           Dalam pengambilan kebijaksanaan penjualan secara kredit diutamakan pada langganan lama dan mempunyai rumah sendiri serta tidak menyulitkan bagi perusahaan bila ada dibutuhkan dan harus berhubungan dengan yang bersangkutan.
           Adapun kerangka pemikiran yang telah diuraikan di atas, dapat digambarkan dalam bentuk skema, sebagai berikut :








Apotek Alika Farma Makassar

Alur kerangka pikir


Penjualan Barang
AkuntansiPenjualan

 








I.      Hipotesis
Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan di atas, maka hipotesisyang diajukan pada apotek, sebagai berikut "Diduga bahwa akuntansi penjualan yang dijalankan telah sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh apotek alika farma makassar"


BAB  III
METODE PENELITIAN

A.   Tempat dan Waktu Penelitian
Untuk memperoleh data yang dibutuhkan, maka penulis memilih apotek alika farma makassar sebagai objek penelitian. Waktu penelitian untuk memperoleh data direncanakan kurang lebih dua bulan.
B.   Metode Pengumpulan Data
Dalam proses pengumpulan data, maka penulis mengadakan  studi  kasus dan pengumpulan data melalui penelitian lapang (field research) dan penelitian pustaka (library research), sebagai berikut :
1.    Penelitian  pustaka( library  research ), yaitu  penulis mengumpulkan data yang berhubungan dengan akuntansi penjualan barang kepada konsumen.
2.    Penelitian lapang (field research ),yaitu kegiatan penelitian lapangan, dimana penulis mencari data yang menjadi obyek penelitian, untuk memperoleh data penulis melakukan pengamatan setempat dan wawancara langsung dengan pimpinan serta beberapa karyawan apotek alika farma makassar dan mengumpulkan data berupa laporan-laporan yang disajikan dan mengumpulkan informasi yang diperlukan.

31
 
C.   Jenis dan Sumber Data
1.    Jenis data
Adapun jenis data yang digunakan dalam pengumpulan data adalah:
Data kuantitatif yaitu data yang diperoleh dari perusahaan yang diteliti dalam bentuk angka-angkaberupa jumlah modal penjualan periode Tahun 2015.
2.    Sumber Data
Sumber data yang digunakan peneliti yaitu:
a.    Data primer, yaitu data yang diperoleh dengan cara mengadakan  wawancara secara langsung dengan kepala bagian pembukuan beserta stafnya yang ada kaitannya dengan penulisan skripsi ini.
b.    Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari laporan keuanagn  perusahaan berupa neraca,laporan laba/rugi, dokumen-dokumen dan buku literatur serta laporan tertulis dari luar perusahaan yang ada hubungannya dengan penulisan skripsi  ini.
D.   Definisi Operasional
Adapun definidi operasional sehubungan dengan akuntan penjualan sebagai berikut yang dagangan adalah barang yang tersediah di guda gudang yang tersedia di jual sekarang atau pun di masa yang akan datang.
1.    Penjualan darang adalah telah terjadi transaksi jual beli antara  pembeli dan penjual.
2.    Akuntansi penjualan barang adalah suatu rangkaian dari sistem  yang saling terkait dalam hubungan antara satu dengan yang lainnya dalam penjualan barang.
E.   Metode Analisis
Untuk menguji dan membuktikan hipotesis yang diajukan pada apotek penulis menggunakan metode analisis, sebagai berikut :
1.    Menganalisis data secara deskriptif dengan melihat penerapan sistem yang telah ditetapkan oleh apotek alika farma makassar.
2.    Analisis secara kuantitatif yaitu untuk membandingkan sistem  akuntansi penjualan dengan data yang telah diperoleh apotek alika farma makassar.
Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
1.    HPP (Harga Pokok Penjualan)
HPP = Persediaan barang dagang awal + pembelian + biaya angkut –persediaan barang dagang akhir.
2.    Pembelian bersih
Pembelian bersih = Pembelian + biaya angkut.
3.    Persediaan barang dagang
Persediaan barang dagang = HPP – barang yang tersedia untuk di jual
4.    Barang yang tersedia untuk dijual
Barang yang tersedia untuk dijual = Persediaan barang dagangan + pembelian + biaya angkut
5.    Laba kotor
Laba kotor = Penjualan bersih – HPP
6.    Laba bersih
Laba bersih = Laba kotor – beban-beban + pendapatan bunga
7.    Modal akhir
Moadal akhir = Modal akhir + laba –prive
8.    Penjualan bersih
Penjualan bersih = Penjualan

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.